Propaganda Untuk Menyesatkan Opini Publik

Propaganda Untuk Menyesatkan Opini Publik

Kemarin (15/2/2015 pukul 14.30) beritasatu.com memuat berita bertajuk Pengelola Apartemen Green Pramuka Naikkan Tarif IPL Mulai Maret 2015. Isi berita sangat tendensius dan menyesatkan serta tidak berimbang.

Dikatakan bahwa ada 4.000 orang pemilik rusunami Green Pramuka dan ada 1.000 warga sudah membayar tarif IPL baru untuk bulan depan, bahkan bulan ini sudah hampir 100 persen.
Faktanya adalah (1) jumlah pemilik yang sudah serah terima sarusun dan membayar IPL untuk tower Fagio, Pino, Chrysant dan Bougenville sekitar 1.500 orang berdasarkan informasi dari pengelola pada rapat pengelola, pengembang dan warga tanggal 6 Februari 2015 di restoran Handayani, Matraman. (2) Tarif IPL yang ditagih bulan ini masih sama dengan yang lama, yaitu Rp 10.000/m2 + PPN 10%.

Ini bukti SMS tagihan bulan ini:
(1/2) BP Green Pramuka City: Yth. Pemilik PI/25/NO. Tagihan Jan 2015 Air: Rp 53,669, Listrik: Rp 0, Service Charge: Rp 2,147,475, UJL PLN: Rp 13,000. Total Rp
(2/2)2,214,144. Jth Tempo 15 Feb 2015. Pembayaran ke Nomor VA BCA: 00705225030 / VA BRI: 303020000225030. Tlp 021-29624888, Tks

(null)

Penolakan kenaikan tarif IPL disebabkan tidak adanya laporan keuangan penggunaan IPL kepada warga selama ini sejak serah terima yang pertama kali tahun 2012. Warga hanya menuntut transparansi penggunaan dana IPL.

Alasan utama kenaikan IPL juga tidak disertai perhitungan yang cermat. Misalnya, berapa persen pengaruh kenaikan UMP dan kenaikan yang lain seperti TDL, asuransi, dll. atas IPL. Kemudian berapa persen pemilik sarusun yang belum membayar IPL dan berapa persen pengaruhnya.

Warga tidak hanya protes mengenai IPL saja tetapi juga biaya FitOut yang melesat tinggi dan terindikasi pungutan liar (premanisme) serta perparkiran.

Warga sudah berulangkali secara persuasif berbicara dengan pengelola. Namun tidak pernah ditanggapi. Pengelola selalu secara sepihak membuat kebijakan baru tanpa konsultasi dengan warga.

Dalam berita tersebut, Monica yang dilaporkan sebagai warga tower Pino menyatakan bahwa aset rusunami Green Pramuka bernilai triliunan. Tidak dijelaskan aset yang mana yang dimaksud. Darimana dia tahu aset tersebut sedangkan pengelola hingga sekarang tidak pernah melaporkan jumlahnya.

Dessy yang dilaporkan sebagai warga tower Fagio agaknya tidak mengerti dengan persoalan yang ada, atau tidak mengerti bagaimana dia menggunakan hak-haknya sebagai pemilik/penghuni, atau tidak mau memahami kesulitan yang timbul pada warga lain. Juga agaknya termasuk warga yang malas berjalan kaki ke kantor pengelola di lantai B1. Hanya beberapa menit saja dia melangkah dari unitnya ke kantor pengelola. Untuk apa berkirim surat?

Tinggalkan Balasan